KELUARGA

MRNGAPA HARUS MENIKAH?

MRNGAPA HARUS MENIKAH?

Lima alasan kenapa harus menikah

  1. Untuk memperoleh keturunan

Rasulullah SAW. Bersabda:

“Jika anak adam mati maka terputuslah amalnya, kecuali tiga hal sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta anak shalih yang mendoakannya.” (H.R Muslim: 1631).

Dalam hal ini anak akan menjadi penerus kebaikan bagi orang tuanya yang pahalanya akan terus mengalir walau orang tua sudah berpulang ke rahmatullah, oleh karena itu kita diperintahkan untuk menikahi perempuan yang bisa memberikan keturunan banyak sebagaimana Rasulullah SAW. bersabda:

“Nikahilah perempuan yang penyayang dan berotensi beranak yang banyak, sebab di hari kiamat aku bangga menyaksikan jumlah kalian yang banyak. (H.R Al-Baihaqi) (7/78 & Ibnu Hibban (4044)

  1. Menjaga diri dari tipi daya syahwat dan mengendalikan hawa nafsu

Hal ini, sebagaimana telah diisyaratkan oleh Rasulullah SAW. dalam sabdanya,

“Barang siapa dianugrahi Allah istri shaliihah, sungguh dia telah menolong separo agamany, maka hendaknya ia bertakwa kepada Allah dalm separoh yang lainnya” (H.R Al-Hakim: 2/161).

Hadits ini memberikan isyarat bahwa keutamaan menikah sebagai upaya mencegah dan memelihara diri dari penyimpangan dan kerusakan (seksualitas). Terkait hal tesbut RAsulullah SAW. Kembali meberikan rincian sebagaimana dalam sabdanya,

“Barang siapa di antara kalian telah mampu, hendaknya ia menikah! Sebab dengannya, pandangan mata lebih bisa ditundukan dan kemaluan lebih terjaga. Dan barangsiapa belum mampu, hendaklah ia berpuasa, sebab ia menjadi pengekang syahwat baginya,”. (H.R Bukhari: 1905 & Muslim: 1400)

  1. Relaksasi & Penyegaran Jiwa

Suatu ketika Ali bin Abu Thalib berkata, “Sesekali hiburlah hati (jiwa) itu, sebab bila ia senantiasa tertekan akan menjadi buta.” tabiat jiwa manusia memiliki rasa jenuh dan bosan. Khususnya jika dipaksa melakukan sesuatu yang ia tidak suka secara terus-menerus tentu sangat menekan setiap jiwa, namun nila dihibur dengan hal-hal yang ia sukai maka ia akan semangat dan lebih bergairah. Oleh karena itu, Rasulullah SAW. bersabda,

“Aku menyenangi tiga hal yang bersifat duniawi; wangiwangian, wanita, dan pendangan mataku menjadi sejuk dengan shalat.” (H.R Ahmad: 3/128).

Tentu ada kebahagiaan tersendiri bagi seseorang yang bercengkrama dengan istrinya, ia merasa senang dan jiwa terasa lebih tenang sehingga dapat menghapus kepenatan jiwanya. Oleh karena itulah Allah SWT. berfirman,

“Agar ia merasa senang kepadanya.” (Al-A’raf: 189)

  1. Lebih fokus dan semangat dalam berubadah

Tujuan akhirat seseorang dapat tercapai dengan baik bila sebagian urusan dunia dikerjakan secara bersama, terlebih lagi jika kebutuhan bilologis terpenuhi bersama pasangan. Maka sangat penting untuk selektif dalam memilih pasangan hidup, oleh sebab itu Nabi SAW. bersabda,

“Hendaknya setiap kalian berusaha memiliki hati yang bersyukur, lisan yang berdzikir, serta istri mukminah nan shalihah yang membantu (pencapaian kebahagiaan) akhiratnya.” (H.R Ahmad: 5/278)

Oleh sebab itu, Abu Sulaiman Ad-Darani berkata. “Istri yang shalihah tidak termasuk hal duniawi, sebab ia sebagai pembantu dan pendukung penuh untuk urusan akhiratmu.”

  1. Sebagai saran pendidikan dan pelatihan jiwa

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW. bersabda,

“Barangsiapa dapat bersabar menghadapi anggota keluarganya, ia seperti berjihad fidabilillah.” (H.R Al-Bazzar & Al-Thabrani)

Oleh karena itu kesabaran dalam menghadapi sikap dan perbuatan pasangan yang terkadang menyakitkan hati merupakan amal-amal yang mulia dan agung. Termasuk kesiapan dan kekompakan dalam mendidik anak-anak, ini semua mengandung nilai-nilai kepemimpinan dan kekuasaan. Oleh karena itu, Rasulullah SAW. pernah bersabda,

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan ditanya tanggung jawabnya atas yang dipimpinnya…” (H.R Bukhari: 7137)

Bersikap sabar atas dinamika hidup bersama keluarga merupakan bentuk latihan dan olahraga jiwa, di samping mengandung unsur tanggung jawab terhadap nasib mereka dan merupakan bentuk ibadah. Oleh karena itu, suami yang disibukan dengan tanggung jawab menperbaiki diri sendiri dan memperbaiki orang lain yaitu istri.

Diselesaikan, Selasa 02 Desember 2023

Ust. Arfatul Hidayat

179 komentar pada “MRNGAPA HARUS MENIKAH?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *