KELUARGA

MEMILIH PASANGAN HIDUP

Bagaimana kita memilih pasang?

Islam menaruh perhatian besar dalam hal ini. Bahkan memberikan prinsip-prinsip serta kaidah-kaidah yang menopang dalam membantu terwujudnya keluarga bahagia, memilih pasangn hidup merupakan unsur utama setalah niat yang kuat agar tegaknya sebuah bangunan keluarga baru.

Oleh karenanya, Rasulullah shallallhu alaihi wasallam bersabda, 

“Perempuan itu dinikahi atas empat hal pertimbangan; Karena harta bendanya, kualitas nasabnya, kecantikannya, dan kulitas agamanya. Maka pilihlah yang kuatagamanya, sebab dengannya tanganmu akan selamat.” (HR. Bukhari: 5090 dan Muslim 1466).

Prinsip dan kaidah ini diperkuat dengan sabda Rasulullah dalam menilai seseorang baik yang kita kenal atau tidak, oleh karenanya, suatu ketika ada seseorang (dari golongan orang kaya) lewat di hadapan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, kemudian Rasul pun bersabda kepada para sahabat, “Bagaimana pendapat kalian tentang orang tersebut? Para sahabat menjawab, “ia sangat kayak dinikahkan (dengan seorang wanita), jika ia meminta syafaat (keringanan). Ia laya dikabulkan, dan bila ia berbicara pantas untuk didengar.” mendengar jawaban tersebut Rasul terdiam. Tidak lama kemudian datanglah seorang dari kalangan kaum muslimin yang fakir. Maka Rasul pun bersabda, “Bagaimana pendapat kalian tentang orang ini?” mereka menjawab, “Jika ia melamar (seorang wanita) tidak kayak diterima, jika meminta syafaat tidak layak dikabulkan, dan bila ia berbicara tidak pantas untuk didengakan.” mendengar itu, Rasul pun dengan serta mertas bersabda, “Orang ini lebih baik dari seluruh isi bumi dan semisalnya lagi.” (HR. Bukhari: 5091)

Religiusitas dan ketakwaan seorang calon suami atau istri hendaknya menjadi hal prinsip dalam memilih pasangan. Karena kecantikan dan ketampanan fisik bila tidak dihiasi dengan moralitas dan kualitas ketakwaan yang baik, bisa jadi akan menjerumuskan pada sikap yang berlebih-lebihan dalam mengagumi makhluq, sombong dalam penampilan dan berujung kecewa karena salah dalam mencintai, oleh karenanya dalam hal ini penulis berpesan, 

“Silahkan miliki pasangan dan jangan salah mencintai, karena rasa sakitnya ditinggalkan oleh sesuatu yang kita cintai, itu tergantung seberapa besar kita mencintainya.”

Meski islam lebih mengedepankan agama sebagai syarat utama dan pertama dalam membangun sebuah keluarga yang baik, kokoh dan bahagia, namun aspek fisik, seperti kecantikan dan ketampanan yang dimiliki setiap pasangan dalam batas tertentu, membuat pasangannya mampu menjaga diri.

Baarakallahu Fiikum

Oleh:

Ustadz Arfatul Hidayat, Lc. S.Ag

Diselesaikan; Depok, Rabu 06 Desember 2023

137 komentar pada “MEMILIH PASANGAN HIDUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *